Kota Padang Maju Namun Berbudaya, Itu Keinginan Emzalmi – Desri Ayunda

PADANG — Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018, Emzalmi-Desri Ayunda menginginkan Kota Padang yang maju, namun tidak terlepas dari akar budayanya sebagai bagian dari Ranah Minang.
“Kita ingin mewujudkan Kota Padang yang maju dan berbudaya. Kita akan fokus membenahi sektor perdagangan dan jasa, pariwisata dan pendidikan, disamping pembangunan dibidang infrastruktur jalan dan jembatan,” ujarnya di Posko Koalisi Padang Bersatu, Rabu (21/2/2018).
Ia mengatakan, potensi Kota Padang terletak di tiga sektor, yaitu pariwisataan, perdagangan dan jasa serta sektor pendidikan. Pembangunan pada ketiga sektor tersebut harus berdasarkan pada kearifan lokal dengan mempertimbangkan adat dan budaya yang ada di Kota Padang.
“Kita di Minang ini memiliki falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Ini artinya, setiap nafas pembangunan itu harus kita dasari dengan falsafah tersebut. Pembangunan Kota Padang harus diarahkan ke jangka panjang, bukan hanya jangka pendek,” ungkapnya.
Sebagai seorang birokrat yang menghabiskan sebagian besar karirnya di lingkungan Pemerintah Kota Padang, tentu Emzalmi tahu betul konsep pembangunan yang akan dikembangkan di kota ini. Apatah lagi, Emzalmi pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Daerah (Ba0peda) Kota Padang.
Tak hanya itu, Emzalmi merupakan seorang ahli tata kota yang paham dengan konsep pembangunan yang baik untuk Kota Padang. Dengan menggandeng Desri Ayunda sebagai pasangannya, Emzalmi ingin mewujudkan kepemimpinan idel yang saling isi mengisi dalam pembangunan kota ini. 
Sebab, Desri Ayunda memiliki rekam jejak sebagai seorang profesional yang malang melintang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama PT. Semen Padang.
Apalagi, duet Emzalmi-Desri Ayunda tercipta berkat dorongan Anak Nagari dan Ninik Mamak di kota ini. Proses panjang menduetkan Emzalmi-Desri Ayunda tersebut mendapat sambutan dari tujuh partai politik yang mengusung mereka, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, PPP, PDI Perjuangan, dan PKB. 
Kemudian, pasangan ini juga didukung oleh Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Persindo, PSI, dan beberapa partai baru lainnya. 
(ded/yhy/ede) 

AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

You may also like...