Siapa Pemenang Pilkada DKI 2017, Mega, SBY atau Prabowo kah?”

4f424d273207076187fcaaac234fe4fd_l

Tiga tokoh kawakan dikancah politik kini berrtarung dalam Pilgub DKI. Koalisi kekeluargaan mulai runtuh….. Siapakah yang akan menang?”


sumberita.com, Jakarta – Inilah pertarungan gengsi di era krisis kepercayaan. Partai koalisi kekeluargaan, Gerindra, Demokrat, PPP, PKB, PDIP, PKS dan PAN, mulai runtuh. Dalam pergulatan merebut kursi Gubernur dan wakil Gubernur 2017 dan menyongsong Pilpres 2019.

anjrot000001

Ahok-Djarot yang semula diusung dari Nasdem, Hanura dan Golkar mulai memiliki percaya diri setelah PDIP merresmikan dukungannya terhadap pasangan ini. Hal ini spontan mengejutkan para kader PDIP dan menolak mengikuti langkah ketua umum partai banteng bermoncong putih ini. Mereka memiliki alasan kuat, rakyat sudah tidak menginginkan Ahok sebagai Gubernur DKI 2017 mendatang.

ash00000001

Menyusul dari partai PKB, PPP, Demokrat dan PAN, akhirnya mengeluarkan nama paslon sendiri, Agus Harimurti Yudhoyono dengan Shylviana Murni yang mendaftar lebih awal dari Paslon Gubernur dan wakil Gubernur yang diusung partai Gerindra dan PKS, Prof. Anies Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (23/9/2016) pukul 19:44 WIB.

asa0000001

Sumarno, Ketua KPUD DKI nyatakan paslon ASA (Anies – Sandiaga) telah resmi mendaftar untuk mengikuti pilkada 2017. “Pendaftaran paslon Anies dan Sandiaga ini telah kami terima dengan baik, dan dengan ini kami nyatakan hanya ada tiga paslon untuk cagub dan cawagub DKI 2017 nanti, pasangan Ahok-Djarot, Agus Yudhoyono-Shyilviana Murni dan Anies-Sandiaga.” Ucap Sumarno.

Sumarno juga menegaskan bahwa tidak ada lagi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur lainnya selain tiga pasangan yang tadi disebutkan, pendataran untuk paslon ditutup hari ini, jum’at (23/9/2016), pukul 21.38 wib.

Tentunya, pecah suara dari partai koalisi kekeluargaan membuat bingung seluruh warga DKI maupun rakyat Indonesia.

asa00000002

Pendukung YIM dan RR akan kecewa. Namun realita politiknya begini. Mau nggak mau, kita harus memaksimalkan azas demokrasi bahwa inilah dunia politik.

Apakah ini sebuah tanda akan lahirnya gubernur dan wakil gubernur DKI 2017 mendatang dengan wajah baru dan sikap yang lebih baik? Berbagai opini public mengatakan ini perang parpol besar dan tiga tokoh politik yang memiliki kepentingan masing masing, ataukah strategy untuk jatuhkan petahana?

Sikap beraninya SBY, Pimpinan Parpol dan 08 perlu diacungkan jempol dengan memisahkan diri dari koalisi kekeluargaan dengan mengusung paslonnya masing masing. berarti di mata mereka, Ahok itu kecil. Kolaborasi mega-jokowi-LBP-Hendropriyono-taipan ngga bisa dongkrak citra buruk Ahok.

Seperti yang tersebar diberbagai media massa, Ahok terlibat 6 skandal kasus korupsi. Publik ngga akan lupa soal Kasus RSSW dan pembelian lahan cengkareng. Di situ jelas sekali keteledoran Ahok sebagai Gubernur. Warga sudah tau kinerja, watak dan karakter Ahok.

Turunnya mantan Presiden Megawati memaksa SBY masuk gelanggang. Ini pertarungan tiga besar: Mega, SBY dan PS. The War of Titans.

SBY tidak mungkin tidak serius. Karir putera sulungnya dipertaruhkan. Kaliber mantan presiden memungkinkan SBY punya reserve funding. Berca-nya Murdaya Poo pasti back-up paslon Agus -Shylviana. Baik SBY dan PS bukan bekas tukang amplas pabrik mebel sehingga bisa disetir dengan mudah oleh para taipan.

Sekalipun pencalonan Agus Harimurti terkesan dipaksakan, namun ini bukan pertarungan Agus -Shylviana. Sama seperti di belakang Ahok – Djarot, pasti ada Mega, LBP & Jokowi.

Gerindra dan PKS mengusung Anies-Uno, paslon ini bisa dikatakan paslon dahsyat. Anies Baswedan adalah cucu dari Abdul Rahman Baswedan Ketua Partai Arab Indonesia. Abdulrahman adalah murid politik dan wartawan dari Liem Koen Hian, Ketua Partai Tionghoa Indonesia. Keduanya anggota BPUPKI, wakil dari golongan Arab dan Tionghoa. Anies seorang Muhamadiyah. Cendikiawan, santun, berpendidikan. Ngga kayak Ahok Djarot yang berangasan.

Sejumlah analis menilai bakal terjadi dua putaran bila ada tiga paslon. Itu pun baik penantang Anjrot (Ahok-Djarot) jadi punya cukup waktu. At the end, kedua kubu anti Ahok akan nyatu (regrouping), dengan catatan bila Anjrot berhasil lolos ke babak kedua.

Bila Anies-Sandiaga jadi memimpin ibukota, dapat dipastikan Jakarta yang beradab, bermoral, santun, intelek dan manusiawi.

Baik Anies & Sandiaga sama-sama memiliki latar belakang intelektual tinggi. Sandiaga lulus summa cum laude dari Wichita State University dan sukses jadi bos dari 50 ribu karyawan. Ahok memimpin dengan otot. Dia sendiri akui itu. Sebabnya mungkin karena dia defisit otak. IPK Ahok cuma 2,8.

Bila nanti definitif Gerindra & PKS mengusung Anies-SU maka ini akan menjadi pasangan terbaik. (sb)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *